Sabtu, 03 Juni 2017

Pencemaran Udara

              Aktivitas Manusia yang Berhubungan dengan Pencemaran Udara

Polusi atau pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas alam turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya (Kus Dwiyatmo B, 2007:10). Suatu zat dapat disebut dengan polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya karbon dioksida dibutuhkan oleh tumbuhan, tetapi keberadaannya yang berlebihan akan merugikan. Karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berguna bagi tumbuhan, tetapi jika jumlahnya lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak.
Suatu zat disebut polutan apabila memenuhi kondisi sebagai berikut :
a)        Jumlahnya melebihi jumlah normal;
b)        Berada pada waktu yang tidak tepat;
c)        Berada pada tempat yang tidak tepat.

Adapun  sifat polutan adalah :
a)      Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
b)      Merusak dalam jangka waktu lama.
Secara umum terdapat dua sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran oleh sumber alamiah (natural source) seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources) seperti dari transportasi, emisi pabrik, pembakaran dan lain-lain.

Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan dan lingkungan. Zat-zat yang dikeluarkan dari knalpot ada 6 jenis, yaitu timbal/timah hitam (Pb), karbon monoksida (CO), oksida nitrogen (NOx), suspended particulated matter (SPM), hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia(Ox).

Gas karbon monoksida adalah gas hasil pembakaran yang beracun, tidak berbau, tidak berasap, tetapi dapat mematikan. Gas CO memiliki kemampuan terikat kuat pada hemoglobin, suatu protein yang mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh. Daya ikat hemoglobin terhadap CO dua ratus kali lebih kuat daripada terhadap O2. Jika kita menghirup udara yang mengandung O2 dan CO, maka yang akan terikat lebih dahulu dengan hemoglobin ialah CO. Jika CO yang terikat terlampau banyak, maka tubuh kita akan kekurangan O2 yang mempengaruhi proses metabolisme sel.
Gas belerang oksida (SO, SO2) dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Oksida asam dapat merusak zat hijau daun (klorofil), sehingga mengganggu proses fotosintesis pada pohon. Apabila SO2 bercampur dengan air hujan menyebabkan terjadinya hujan asam bersama-sama dengan oksida nitrogen (NOx). Hujan asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan tanah mati. Besi dan logam mudah berkarat dan bangunan kuno seperti candi akan aus dan rusak.
Gas oksida photo-kimia (Ox) dihasilkan oleh proses photo-kimia di antaranya gas oksida nitrogen yang dibuang oleh pabrik dan kendaraan bermotor dengan bahan kimia organik pengaktif serta hidrokarbon yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Proses fotokimia merupakan suatu proses kimia yang membutuhkan sinar matahari untuk mengoksidasi komponen-komponen yang tidak segera dioksidasi oleh oksigen. Hidrokarbon merupakan komponen yang berperan dalam produksi oksida fotokimia. Bahan utama gas oksida photo-kimia adalah ozon. Gas ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan iritasi mata jika kadarnya sudah di atas 0,1 ppm.
Partikulat (SPM) merupakan polutan yang tidak berbentuk gas, meliputi  partikel kasar (jelaga batubara, debu); partikel logam kecil (timah, tembaga, besi, kadmium); dan partikel garam yang halus (nitrat, sulfat). Partikulat ini dapat  berasal dari proses alam (tanah, garam laut, aktivitas gunung berapi) dan hasil dari perbuatan manusia (gas buangan pabrik, kendaraan bermotor, dan asap pembakaran). Partikel halus berukuran kurang dari 10µm. Partikel kasar berukuran kurang dari 2,5 µm.
Gas CFC mempunyai sifat  tidak bereaksi, tidak berbau, dan tidak berasa. Gas ini untuk mengembangkan busa, pendingin ruangan (AC), pendingin pada lemari es dan pendorong gas pada penyemprot rambut (hairspray) dan minyak wangi.
NOx berasal dari aktivitas jasad renik tanah, dimana untuk kehidupannya menggunakan senyawa organik yang mengandung nitrogen. Oksida Nitrogen  ini merupakan hasil sampingan dari aktivitas jasad renik tersebut. Pada industri peternakan, kotoran hewan dan tumbuhan yang menumpuk mengambil bagian sebagai penyebab terjadinya peningkatan gas rumah kaca (GRK). Kotoran hewan dan timbunan tanaman yang membusuk maupun sampah akan menghasilkan cairan lindi. Cairan ini dapat menghasilkan gas metana yang berperan dalam terbentuknya GRK di atmosfer.
Pembakaran bahan bakar fosil (minyak dan batubara) akan menghasilkan gas belerang oksida (SO, SO2). Gas ini dapat bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan yang menyebabkan air hujan menjadi asam. Maka terjadilah hujan asam. Akibat pencemaran udara dapat berupa smog, hujan asam, penipisan lapisan ozon, dan meningkatnya efek rumah kaca, Smog terdiri dari dua kata, smoke berarti asap, dan fog berarti kabut. Smog adalah campuran gas polutan yang sangat berbahaya (ozon, partikel, nitrogen dioksida, sulfur dioksida).

Tabel 1. Dampak Pencemaran udara
No
GRK
Sumber
Dampak
1
CO2
Pembakaran kayu dan bahan bakar fosil
Ø  Meningkatkan Gas Rumah Kaca
2
CO
Pembakaran tidak sempurna
Ø  Gangguan pengikatan Oksigen oleh darah
3
SO, SOX
Pembakaran bahan bakar fosil
Ø  Hujan asam, sehingga tumbuhan & hewan mati,
Ø  Radang Tenggorokan akut dan asma
Ø  Besi dan logam mudah berkarat
4
NO, NOX
CHX
Pembakaran bahan bakar fosil, aktivitas jasad renik (peternakan)
Ø  Hujan asam
Ø  Eutrofikasi
Ø  Bronkitis kronis
5
CFC
Pengembang busa, pendingin, penyemprot
Ø  Penghancuran lapisan ozon
Ø  Mutasi genetik, kanker retina mata, kanker kulit
6
Asap Rokok
Pembakaran Rokok
Ø  Batuk kronis, kanker paru-paru
Ø  Gangguan janin dalam kandungan
7
Parti-
kulat
Asap dan gas buang
Ø  Alergi, radang tenggorokan kronis, asma, TBC paru, kanker paru-paru

Tahukah Kamu ?                 
Pemerintah sedang gencar-gencarnya mempromosikan dan mensosialisasikan makan daging. Indonesia termasuk negara yang tingkat konsumsi dagingnya sangat rendah. Tetapi apakah teman-teman tahu sektor peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari pakan, obat-obatan hingga hormon untuk mempercepat pertumbuhan hewan dan tumbuhan. Mungkin sepintas sektor peternakan terlihat mendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah kita membayangkan berapa emisi gas yang dihasilkan di tiap industri pendukung. Peternakan membutuhkan lahan yang luas. Lahan untuk tempat pemeliharaan hewan, tempat untuk penanaman tanaman pakan, tempat untuk persiapan pengolahan  pakan  ternak, dan tempat pasca panen sebelum dikirim kepada konsumen. Di Indonesia, sektor pertanian dan peternakan menyumbang  23,6 % gas rumah kaca. Diskusi1


A.  Tugas Diskusi 1
Agar teman-teman mempunyai kesiapan untuk menjawab pertanyaan dalam kegiatan pembelajaran ini, cermatilah gambar dan wacana berikut ini, kemudian diskusikan permasalahannya dengan anggota kelompok masing-masing!

Gambar 1.1 Kebakaran hutan dan asap pabrik

Setiap saat kita bernafas. Seorang dewasa rata-rata menghirup kurang lebih 3000 galon (11,4 m3) udara setiap hari. Jika udara yang kita hirup sudah tercemar oleh bahan berbahaya dan beracun, dalam waktu tertentu akan berdampak serius pada kesehatan kita. Apalagi bagi anak-anak yang lebih banyak berada di udara terbuka akan lebih rentan daya tahan tubuhnya. Pencemaran udara sering kali tidak terlihat oleh mata. Butuh peralatan untuk mengetahui tingkat pencemaran. Walaupun demikian, pencemaran udara mengancam kehidupan kita dan makhluk hidup lainnya.Tumbuhan tidak sanggup mengubah semua gas CO2 yang sangat banyak. Begitu juga air laut tidak mampu menampung CO2  bahkan akan mengganggu kehidupan ekosistem laut.
Permasalahan untuk didiskusikan !
1.        Temukan 2 permasalahan berdasarkan gambar tersebut!
2.        Cari solusi/penyelesaian dari permasalahan yang sudah teman-teman temukan!

                     RANGKUMAN
1                    1. Pencemaran udara berasal dari aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
2       2. Aktivitas manusia yang dapat menimbulkan pencemaran udara,  antara lain pembakaran bahan bakar fosil, kebakaran hutan, penggunaan CFC dalam kebutuhan rumah tangga, asap dan gas buang knalpot dan pabrik.
3         3.  Meningkatnya polutan di atmosfer menyebabkan meningkatnya gas rumah kaca.

REFLEKSI
Selamat, teman-teman telah selesai mempelajari materi pencemaran udara. Sebelum melanjutkan pada materi mekanisme terjadinya pemanasan global, sebaiknya teman-teman melakukan evaluasi diri terlebih dahulu dengan menjawab pertanyaan berikut. Jika semua pertanyaan dijawab “ya” berarti teman-teman telah menguasai materi pada kegiatan belajar 1. Jika ada pertanyaan yang dijawab “tidak”, maka teman-teman harus mengulangi materi yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut.
1.      Apakah teman-teman dapat menyebutkan 2 contoh aktivitas manusia yang dapat menimbulkan pencemaran udara?

2.      Apakah teman-teman dapat menyebutkan 5 contoh polutan penyebab pencemaran udara?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar