Aktivitas Manusia yang Berhubungan dengan Pencemaran Udara
Polusi
atau pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi,
dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan
oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas alam turun sampai ke
tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya (Kus Dwiyatmo B, 2007:10). Suatu
zat dapat disebut dengan polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian
terhadap makhluk hidup. Contohnya karbon dioksida dibutuhkan oleh tumbuhan,
tetapi keberadaannya yang berlebihan akan merugikan. Karbon dioksida dengan
kadar 0,033% di udara berguna bagi tumbuhan, tetapi jika jumlahnya lebih tinggi
dari 0,033% dapat memberikan efek merusak.
Suatu zat disebut polutan apabila
memenuhi kondisi sebagai berikut :
a)
Jumlahnya melebihi jumlah normal;
b)
Berada pada waktu yang tidak tepat;
c)
Berada pada tempat yang tidak tepat.
Adapun sifat polutan adalah :
a) Merusak
untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak
lagi.
b) Merusak
dalam jangka waktu lama.
Secara
umum terdapat dua sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran oleh sumber alamiah
(natural source) seperti letusan
gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources) seperti dari transportasi, emisi pabrik,
pembakaran dan lain-lain.
Kendaraan
bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif
pada kesehatan dan lingkungan. Zat-zat yang dikeluarkan dari knalpot
ada 6 jenis, yaitu timbal/timah hitam (Pb), karbon
monoksida (CO), oksida nitrogen
(NOx), suspended particulated matter
(SPM), hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia(Ox).
Gas
karbon monoksida
adalah gas hasil pembakaran yang beracun, tidak berbau, tidak berasap,
tetapi dapat mematikan. Gas
CO memiliki kemampuan terikat kuat pada hemoglobin, suatu protein yang
mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh. Daya ikat hemoglobin
terhadap CO dua ratus kali lebih kuat daripada terhadap O2. Jika kita
menghirup udara yang mengandung O2 dan CO, maka yang akan terikat
lebih dahulu dengan hemoglobin ialah CO. Jika CO yang terikat terlampau banyak,
maka tubuh kita akan kekurangan O2 yang mempengaruhi proses
metabolisme sel.
Gas
belerang oksida (SO, SO2) dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Oksida
asam dapat merusak zat hijau daun (klorofil), sehingga mengganggu proses
fotosintesis pada pohon. Apabila SO2 bercampur dengan air
hujan menyebabkan terjadinya hujan asam bersama-sama dengan oksida nitrogen (NOx). Hujan asam
mengakibatkan tumbuhan dan hewan tanah mati. Besi dan logam mudah berkarat dan
bangunan kuno seperti candi akan aus dan rusak.
Gas
oksida photo-kimia (Ox) dihasilkan
oleh proses photo-kimia di antaranya gas oksida nitrogen yang dibuang oleh
pabrik dan kendaraan bermotor dengan bahan kimia organik pengaktif serta
hidrokarbon yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Proses fotokimia merupakan suatu
proses kimia yang membutuhkan sinar matahari untuk mengoksidasi
komponen-komponen yang tidak segera dioksidasi oleh oksigen. Hidrokarbon
merupakan komponen yang berperan dalam produksi oksida fotokimia. Bahan utama gas oksida
photo-kimia adalah ozon. Gas ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan iritasi
mata jika kadarnya sudah
di atas 0,1 ppm.
Partikulat
(SPM) merupakan
polutan yang tidak berbentuk gas, meliputi partikel kasar (jelaga batubara, debu);
partikel logam kecil (timah, tembaga, besi, kadmium); dan partikel garam yang
halus (nitrat, sulfat). Partikulat ini dapat berasal dari proses alam (tanah, garam laut,
aktivitas gunung berapi) dan hasil dari perbuatan manusia (gas buangan pabrik,
kendaraan bermotor, dan asap pembakaran). Partikel halus berukuran kurang dari
10µm. Partikel kasar berukuran kurang dari 2,5 µm.
Gas
CFC mempunyai
sifat tidak bereaksi, tidak berbau, dan
tidak berasa. Gas ini untuk mengembangkan busa, pendingin ruangan (AC),
pendingin pada lemari es dan pendorong gas pada penyemprot rambut (hairspray) dan minyak wangi.
NOx
berasal dari aktivitas jasad renik tanah, dimana untuk kehidupannya menggunakan
senyawa organik yang mengandung nitrogen. Oksida Nitrogen ini merupakan hasil sampingan dari aktivitas
jasad renik tersebut. Pada industri peternakan, kotoran hewan dan tumbuhan yang
menumpuk mengambil bagian sebagai penyebab terjadinya peningkatan gas rumah
kaca (GRK). Kotoran hewan dan timbunan tanaman yang membusuk maupun sampah akan
menghasilkan cairan lindi. Cairan ini dapat menghasilkan gas metana yang
berperan dalam terbentuknya GRK di atmosfer.
Pembakaran bahan
bakar fosil (minyak dan batubara) akan menghasilkan gas belerang oksida (SO, SO2).
Gas ini dapat bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan yang
menyebabkan air hujan menjadi asam. Maka terjadilah hujan asam. Akibat pencemaran udara
dapat berupa smog, hujan asam,
penipisan lapisan ozon, dan meningkatnya efek rumah kaca, Smog
terdiri dari dua kata, smoke berarti
asap, dan fog berarti kabut. Smog adalah campuran gas polutan yang
sangat berbahaya (ozon, partikel, nitrogen dioksida, sulfur dioksida).
Tabel 1. Dampak Pencemaran udara
No
|
GRK
|
Sumber
|
Dampak
|
1
|
CO2
|
Pembakaran
kayu dan bahan bakar fosil
|
Ø
Meningkatkan
Gas Rumah Kaca
|
2
|
CO
|
Pembakaran
tidak sempurna
|
Ø
Gangguan
pengikatan Oksigen oleh darah
|
3
|
SO,
SOX
|
Pembakaran
bahan bakar fosil
|
Ø
Hujan
asam, sehingga tumbuhan & hewan mati,
Ø
Radang
Tenggorokan akut dan asma
Ø
Besi
dan logam mudah berkarat
|
4
|
NO,
NOX
CHX
|
Pembakaran
bahan bakar fosil, aktivitas jasad renik (peternakan)
|
Ø
Hujan
asam
Ø
Eutrofikasi
Ø
Bronkitis
kronis
|
5
|
CFC
|
Pengembang
busa, pendingin, penyemprot
|
Ø
Penghancuran
lapisan ozon
Ø
Mutasi
genetik, kanker retina mata, kanker kulit
|
6
|
Asap
Rokok
|
Pembakaran
Rokok
|
Ø
Batuk
kronis, kanker paru-paru
Ø
Gangguan
janin dalam kandungan
|
7
|
Parti-
kulat
|
Asap
dan gas buang
|
Ø
Alergi,
radang tenggorokan kronis, asma, TBC paru, kanker paru-paru
|
Tahukah Kamu ?
Pemerintah
sedang gencar-gencarnya mempromosikan dan mensosialisasikan makan daging. Indonesia termasuk
negara yang tingkat konsumsi dagingnya sangat rendah. Tetapi apakah
teman-teman tahu sektor
peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari
pakan, obat-obatan hingga hormon untuk mempercepat pertumbuhan hewan dan
tumbuhan. Mungkin
sepintas sektor peternakan terlihat mendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah kita
membayangkan berapa emisi gas yang dihasilkan di tiap industri pendukung. Peternakan membutuhkan
lahan yang luas. Lahan untuk tempat pemeliharaan hewan, tempat untuk penanaman
tanaman pakan, tempat untuk persiapan pengolahan pakan
ternak, dan tempat pasca panen sebelum dikirim kepada konsumen. Di
Indonesia, sektor pertanian dan peternakan menyumbang 23,6 % gas rumah kaca. Diskusi1
A. Tugas Diskusi 1
Agar teman-teman mempunyai kesiapan untuk menjawab pertanyaan dalam kegiatan
pembelajaran ini, cermatilah gambar dan wacana berikut ini, kemudian diskusikan
permasalahannya dengan anggota kelompok masing-masing!
Gambar 1.1 Kebakaran hutan dan asap pabrik
Setiap saat kita bernafas. Seorang dewasa
rata-rata menghirup kurang lebih 3000 galon (11,4 m3) udara setiap
hari. Jika udara yang kita hirup sudah tercemar oleh bahan berbahaya dan beracun,
dalam waktu tertentu akan berdampak serius pada kesehatan kita. Apalagi bagi
anak-anak yang lebih banyak berada di udara terbuka akan lebih rentan daya
tahan tubuhnya. Pencemaran udara sering kali tidak terlihat oleh mata. Butuh peralatan untuk mengetahui tingkat
pencemaran. Walaupun demikian, pencemaran udara mengancam kehidupan kita dan
makhluk hidup lainnya.Tumbuhan tidak sanggup mengubah semua gas CO2
yang sangat banyak. Begitu juga air laut tidak mampu menampung CO2 bahkan akan mengganggu kehidupan ekosistem
laut.
Permasalahan
untuk didiskusikan !
1.
Temukan 2 permasalahan
berdasarkan gambar tersebut!
2.
Cari solusi/penyelesaian
dari permasalahan yang sudah teman-teman temukan!
RANGKUMAN
1 1. Pencemaran udara berasal dari aktivitas
manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
2 2. Aktivitas manusia yang dapat menimbulkan
pencemaran udara, antara lain pembakaran
bahan bakar fosil, kebakaran hutan, penggunaan CFC dalam kebutuhan rumah
tangga, asap dan gas buang knalpot dan pabrik.
3 3. Meningkatnya polutan di atmosfer menyebabkan
meningkatnya gas rumah kaca.
REFLEKSI
Selamat, teman-teman telah selesai mempelajari
materi pencemaran udara. Sebelum melanjutkan pada materi mekanisme terjadinya pemanasan global,
sebaiknya teman-teman melakukan evaluasi diri terlebih dahulu dengan menjawab
pertanyaan berikut. Jika semua pertanyaan dijawab “ya” berarti teman-teman telah menguasai materi pada kegiatan belajar 1. Jika ada pertanyaan yang dijawab “tidak”, maka
teman-teman harus mengulangi materi yang berhubungan dengan pertanyaan
tersebut.
1. Apakah teman-teman dapat menyebutkan
2 contoh aktivitas manusia yang dapat menimbulkan pencemaran udara?
2. Apakah teman-teman dapat menyebutkan
5 contoh polutan penyebab pencemaran udara?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar